Selasa, 31 Januari 2012

AKHIR HIDUPKU












malam ini ku kembali menatap langit..
kulihat ternyata malam akan segera berganti pagi..
ku ambil hikmah bahwa hidup ini selalu ada yang datang mengisi..
dan juga pergi tanpa permisi..

ku sadari waktu semakin cepat berlalu..
mengantarkan aku menuju akhir hidupku..
dimana aku bertemu dengan orang2 yang menyayangiku..
atau bertemu dengan orang2 yang kasihan dengan kisahku..

ku mengintip sekali lagi ke belakang..
dan tak kulihat sesuatu yang bisa mengantarkanku pada ketenangan..
dimana hidupku hanya untukku..
bukan utk orang2 yang membutuhkanku..

aku menangis, tapi semua sia2..
waktuku tak lagi lama..
ketika mereka memakai jubah indah..
aku hanya bertelanjang raga ketika bertemu Tuhan..
yang menciptakan aku dengan sempurna..
tapi hanya bisa meminta apa yang belum aku punya..

setiap langkah yang ku pijak, ingin ku ciptakan sesuatu yang baik untukku..
dan juga baik utk org yang berharap banyak padaku walau tanpa meminta..
ketika tulang-belulangku telah hancur di makan tanah..
setidaknya batu nisanku masih menyisakan cerita utk di kenang..
terukir nama yang selalu dibaca dan didoakan..
agar tenang di alam keabadian..


Cidade de Dili, 31 Janeiru 2012

Safri Rauf

Jumat, 27 Januari 2012

Malpraktrek: Jangan Ditiru di rumah..

Pagi ini mood saya agak kurang baik.. daripada hanya bengong sendirian, lebih baik mari kita cari pengalaman!!!
ngelirik si keponakan gue yang paling nakal " Aryo Leste ",.. Leste panggilannya karena lahir di TimorLeste adalah anak dari sepupu gue yang  lagi kerja di TimorLeste, jadi si Leste dititipin di rumah sejak umur 2 tahun dan sekarang udah menginjak 7 Tahun.. Dia anak paling bandel, nakal, dan cerewet.. mumpung di rumah lagi sepi karena Mama gue lagi liburan ke Manado dan Papa gue lagi keluar entah kemana, tiba2 muncul keinginan gue untuk menjadi seorang"PENATA RAMBUT TERKENAL"...

ya.."untuk jadi orang sukses itu, butuh usaha dan bangkit ketika terjatuh"  dan kini gue pengen memulai DEBUT gue sebagai "PENATA RAMBUT".. dan korban saya kali ini tidak lain tidak bukan adalah bocah dekil yang barusan saya perkenalin diatas "Leste"..

Bismillah..
BEFORE

 
Hasil Pertama Bagus..

                            Trus pas gue tinggalin ngambil minum, rambutnya di gunting sendiri sama dia sampe botak gitu
            Terpaksa gue harus ngambil jalan pintas dengan cara "DIRATAKAN" biar botaknya gak keliatan



                          Disiram biar gak gatal kena rambut, soalnya lupa pakai pelindung (maklum baru pertama kali)



 AFTER


Taraaaaaaaaaaaaa.... Inilah hasil karya gue.. Safri Rauf...!!!!
ada yang berminat untuk saya tata rambutnya?? tinggal kan pesan setelah bunyi "tiiiiiiiit"..


Kota Kupang, 27 Januari 2012

Safri Rauf

Kamis, 26 Januari 2012

Inspiratoriz: Ahmedi Nejad

Belajar Dari Kesederhanaan Persiden Iran.


Tuhan mencintai siapa yang merendah dalam kehidupan pribadinya !
TV Fox (AS) menanyakan pada Presiden Iran Ahmedi Najad; “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?” Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”
Berikut adalah bagaimana penyiar menggambarkan dirinya. Ahmedi Najad, adalah presiden Iran yang membuat orang ternganga, karena pada saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Iran Istana yang sangat tinggi nilai maupun harganya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.
Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menteri nya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.
Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinya seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.

Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.
Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.
Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Lihat foto-foto berikut yang menegaskan penjelasan di atas.

Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto-foto yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipulikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka
Dan foto terakhir memperlihatkan ruang makan dimana presiden sedang menikmati makanannya.

Dan foto ini sebagai bentuk istiqomah atau ketaatannya dalam menjalankan syariat islam.


Sumber:http://ustadchandra.wordpress.com/2010/01/07/belajar-dari-kesederhanaan-persiden-iran/